.jpeg)
Dalam era globalisasi saat ini, menguasai bahasa Inggris sangat penting untuk sukses dalam berbagai pekerjaan. Banyak organisasi, perusahaan, dan lembaga pemerintah membutuhkan tes kemampuan bahasa Inggris untuk diterima atau diterima. Beberapa tes yang populer dan diakui secara internasional adalah TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE. Artikel ini akan membahas perbedaan antara keempat ujian dan mengapa penting untuk memahami perbedaan tersebut.
Menguasai bahasa Inggris bukan hanya tentang komunikasi sehari-hari, tetapi juga membuka pintu peluang karir internasional. Tes-tes ini dirancang untuk menilai kemampuan secara komprehensif, membantu institusi menentukan apakah kandidat siap menghadapi tantangan linguistik di lingkungan profesional atau akademik. Memilih tes yang tepat bisa memengaruhi strategi persiapan Anda, karena masing-masing memiliki format dan fokus yang unik. Selain itu, pemahaman tentang perbedaan ini dapat membantu mengoptimalkan waktu belajar dan meningkatkan peluang sukses dalam mencapai skor yang diinginkan.
Dalam konteks SEO, artikel seperti ini sering dicari oleh calon peserta tes yang mencari informasi lengkap. Oleh karena itu, kami akan membahas setiap tes secara mendalam, termasuk sejarah singkat, struktur ujian, dan tips persiapan yang bisa Anda terapkan untuk meningkatkan performa Anda. Dengan pengetahuan ini, Anda tidak hanya siap menghadapi tes, tetapi juga memahami bagaimana hasil tes tersebut dapat mendukung tujuan jangka panjang Anda, seperti studi di luar negeri atau promosi karir.
TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
TOEFL adalah tes standar yang digunakan sebagai syarat masuk universitas di negara-negara berbahasa Inggris, terutama di Amerika Serikat. Tes ini menilai kemampuan berbahasa Inggris siswa yang bukan penutur asli bahasa Inggris. TOEFL menguji kemampuan berbicara, menulis, mendengarkan, dan membaca.
TOEFL telah menjadi standar emas untuk penilaian bahasa Inggris akademik sejak diperkenalkan pada tahun 1964 oleh ETS (Educational Testing Service). Tes ini dirancang untuk merefleksikan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan universitas, seperti mendengarkan kuliah, membaca jurnal akademik, dan berpartisipasi dalam diskusi kelas. Bagi banyak pelajar internasional, TOEFL bukan hanya tes, melainkan gerbang menuju pendidikan tinggi di institusi bergengsi. Untuk mempersiapkannya, disarankan untuk berlatih dengan materi autentik, seperti podcast akademik atau artikel ilmiah, guna membangun kemampuan mendengarkan dan membaca yang kuat.
Selain itu, bagian speaking dan writing memerlukan kemampuan menyusun argumen secara koheren. Tips SEO-friendly untuk persiapan: Cari kata kunci seperti “strategi TOEFL speaking” di mesin pencari untuk menemukan sumber daya gratis. Insight tambahan: Banyak universitas menawarkan program persiapan TOEFL secara online, yang bisa membantu meningkatkan skor secara signifikan dalam waktu singkat jika dilakukan secara konsisten.
Jenis Tes TOEFL yang diterbitkan oleh English Testing Service
Mereka yang berencana untuk mengikuti tes TOEFL harus tahu bahwa ada berbagai jenis tes yang tersedia untuk mereka. Lembaga layanan pengujian di Inggris resmi mengeluarkan jenis tes ini.
Setiap jenis ujian akan memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung dari penggunanya. Untuk berhasil dalam ujian ini, Anda harus mempersiapkan diri dengan baik. Institusi resmi ini mengeluarkan beberapa jenis TOEFL, yaitu sebagai berikut:
Memahami variasi jenis TOEFL penting karena evolusi teknologi telah mengubah cara tes dilakukan, dari format tradisional ke digital. Ini memungkinkan aksesibilitas yang lebih baik bagi peserta di seluruh dunia. Narasi sejarah: TOEFL berevolusi untuk menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, memastikan tes tetap relevan dan adil. Tips: Pilih jenis tes berdasarkan kenyamanan Anda dengan teknologi; jika Anda lebih suka format digital, iBT adalah pilihan ideal.
Insight: Banyak peserta menemukan bahwa berlatih dengan simulasi tes resmi dari ETS dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mengurangi kecemasan ujian. Selain itu, memahami perbedaan ini membantu dalam perencanaan jadwal, karena ketersediaan tes bervariasi di berbagai negara.
TOEFL dan Tes Berbasis kertas PBT
Tes PBT, atau Peper Based Test adalah jenis ujian yang menggunakan lembaran soal kertas. Jika Anda berhasil mengikutinya, Anda akan merasa seperti mengikuti ujian nasional, karena Anda akan menggunakan pensil untuk mengisi jawaban.
Biasanya, tes PBT mencakup materi mendengarkan, struktur, dan membaca, dan skor berkisar antara 217 dan 677. Tes biasanya berlangsung sekitar 2,5 jam.
Meskipun kurang umum sekarang, PBT masih digunakan di area dengan akses internet terbatas. Penjelasan tambahan: Format ini menekankan kemampuan dasar tanpa elemen digital, membuatnya ideal untuk peserta yang lebih nyaman dengan ujian tradisional. Tips: Latih kecepatan menjawab karena waktu terbatas, dan fokus pada vocabulary building untuk bagian struktur.
Insight: Skor PBT sering dikonversi ke skala iBT untuk perbandingan, jadi pahami konversi ini jika Anda mengajukan ke universitas yang mensyaratkan iBT.
Test TOEFL dan CBT
Tes berbasis komputer, atau CBT adalah jenis tes berikutnya yang menggantikan tes sebelumnya. CBT pertama kali muncul pada tahun 1998.
Meskipun metode ini belum banyak digunakan, beberapa lembaga pengujian di Indonesia telah menggunakannya. CBT juga menguji dengar, membaca, dan struktur, seperti PBT. Tes ini sama dengan PBT, dengan skor mulai dari 0 hingga 300.
CBT memperkenalkan adaptif testing, di mana kesulitan soal menyesuaikan dengan performa peserta. Narasi: Ini merupakan langkah transisi menuju tes digital penuh, meningkatkan efisiensi penilaian. Tips: Biasakan diri dengan antarmuka komputer untuk menghindari kesalahan teknis selama tes.
Insight: Meski jarang, pemahaman CBT berguna untuk sejarah TOEFL dan bagaimana tes berevolusi untuk lebih akurat mengukur kemampuan.
TOEFL dan Tes Berbasis Internet iBT
iBT, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2005, adalah salah satu model tes TOEFL terbaru. Pada tahun 2006, iBT diakui sebagai standar global untuk tes kemampuan bahasa Inggris.
Tes ini menggunakan komputer dan internet. Anda tidak hanya perlu mahir berbahasa Inggris, tetapi Anda juga perlu mahir menggunakan komputer dan internet.
Reading, Writing, Listening, dan Speaking adalah semua aspek yang diuji dalam ujian iBT. Skor mulai dari 0 hingga 120. Tes ini berlangsung sekitar empat jam, yang cukup lama.
iBT adalah format paling populer saat ini, dengan integrasi tugas yang mensimulasikan situasi akademik nyata. Penjelasan: Bagian integrated speaking dan writing memerlukan sintesis informasi dari reading dan listening, meningkatkan keterampilan kritis. Tips: Gunakan aplikasi seperti Duolingo atau Khan Academy untuk latihan harian, dan rekam diri saat speaking untuk evaluasi mandiri.
Insight: Banyak universitas menerima skor iBT secara online, mempercepat proses aplikasi. Untuk SEO, kata kunci seperti “tips TOEFL iBT” sering dicari, jadi artikel ini dirancang untuk memberikan nilai tambah.
Daftar tes TOEFL? Baca dulu ini sebelum tes
IELTS (International English Language Testing System)
IELTS, yang merupakan tes yang diakui secara internasional, menguji kemampuan berbahasa Inggris siswa non-penutur asli bahasa Inggris dalam empat aspek: membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara. Tes ini lebih populer di negara-negara berbahasa Inggris seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.
IELTS dikelola bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge Assessment English, membuatnya sangat kredibel untuk imigrasi dan pendidikan. Berbeda dengan TOEFL, IELTS menawarkan dua modul: Academic dan General Training, yang disesuaikan dengan tujuan peserta. Untuk persiapan, fokus pada accent British dalam listening, karena rekaman sering menggunakan variasi itu. Narasi: Banyak imigran menggunakan IELTS untuk visa, menjadikannya alat penting untuk mobilitas global.
Tips: Bangun vocabulary tematik, seperti lingkungan atau teknologi, karena topik essay sering berkaitan dengan isu kontemporer. Insight: Skor band IELTS memberikan deskripsi kemampuan yang detail, membantu institusi menilai kesiapan peserta secara akurat.
Format Test IELTS
Listening Section
Bagian Mendengarkan dalam ujian IELTS adalah segmen di mana kemampuan peserta dalam mendengarkan bahasa Inggris akan dievaluasi. Pada tahap ini, peserta akan mengikuti empat rekaman berbeda dan kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan. Rekaman-rekaman ini melibatkan penutur asli bahasa Inggris yang tengah berdialog, dan sesi ini berlangsung selama 30 menit.
Rekaman mencakup situasi sehari-hari hingga akademik, seperti percakapan telepon atau kuliah. Penjelasan: Ini menguji kemampuan note-taking dan pemahaman konteks. Tips: Dengarkan podcast BBC untuk membiasakan diri dengan kecepatan bicara alami. Insight: Kesalahan umum adalah kehilangan fokus pada detail kecil, jadi latih multitasking antara mendengar dan menulis.
Reading Section
Dalam reading section, peserta diminta menjawab 40 pertanyaan yang dirancang untuk menguji kemampuan membaca atau pemahaman bacaan mereka. Untuk berhasil melewati tahap ini, peserta harus dapat mengidentifikasi inti bacaan, ide utama, detail penting, argumen logis dalam teks, serta menafsirkan sikap, pendapat, dan niat penulis. Durasi ujian pada tahap ini adalah sekitar 60 menit, sesuai dengan tingkat kesulitan soal.
Teks berasal dari buku, jurnal, atau koran, dengan topik beragam. Narasi: Bagian ini menekankan skimming dan scanning untuk efisiensi waktu. Tips: Latih dengan membaca artikel The Guardian atau New York Times, dan catat vocabulary baru. Insight: Modul Academic memiliki teks lebih kompleks daripada General, jadi pilih sesuai tujuan.
Writing Section
Writing section dalam ujian IELTS adalah sesi di mana kemampuan menulis peserta akan diuji. Peserta akan diminta untuk menyelesaikan dua esai yang berbeda mengenai dua topik yang telah disiapkan oleh pengawas ujian. Durasi ujian pada tahap ini adalah 60 menit, sesuai dengan tingkat kesulitan soal.
Task 1 melibatkan deskripsi grafik atau proses, sementara Task 2 adalah essay argumentatif. Penjelasan: Penilaian berdasarkan koherensi, vocabulary, dan grammar. Tips: Gunakan template essay untuk struktur, dan latih dengan timer. Insight: Kata minimal 250 untuk Task 2 penting untuk mencapai band tinggi.
Speaking Section
Sesi terakhir adalah Bagian Berbicara. Pada tahap ini, kemampuan peserta dalam berbicara dalam bahasa Inggris akan diuji. Peserta akan berinteraksi dengan penutur asli bahasa Inggris dan diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan selama sekitar 15 menit. Meskipun terlihat menantang, tahap ini dapat dilalui dengan lebih mudah jika peserta telah menguasai banyak kosakata bahasa Inggris.
Bagian ini mencakup introduksi, cue card, dan diskusi. Narasi: Ini mensimulasikan percakapan nyata, menekankan fluency dan pronunciation. Tips: Berlatih dengan partner atau rekam diri, fokus pada idioms untuk naturalitas. Insight: Examiner mencari rentang vocabulary, bukan kesempurnaan grammar.
Setelah melewati semua tahapan tersebut, peserta akan menerima hasil ujian dalam bentuk skor di rentang angka 1 hingga 9. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin baik hasilnya bagi peserta.
BACA JUGA: IELTS General Training vs IELTS Academic: Mana yang Lebih Tepat untuk Anda?
TOEIC (Test of English for International Communication)
TOEIC dimaksudkan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris dalam komunikasi bisnis, terutama dalam konteks kerja dan bisnis. Perusahaan dan institusi lebih sering menggunakan tes ini untuk menilai kemampuan berbahasa Inggris karyawan mereka.
Peserta ujian tidak diharuskan untuk mengambil salah satu dari dua jenis ujian TOEIC: TOEIC Listening & Reading (TOEIC LR) dan TOEIC Speaking and Writing (TOEIC SW).
Kedua jenis ujian TOEIC ini didasarkan pada situasi kerja dan bisnis yang umum. Contoh topik yang sering muncul dalam ujian TOEIC termasuk interaksi sosial, pertemuan, perjanjian, penjualan dan pemasaran, dan perjalanan dinas. Bagaimana tes TOEIC dilakukan?
Untuk menyelesaikan TOEIC, diperlukan sekitar dua jam lima puluh menit. Dari waktu tersebut, empat puluh lima menit dialokasikan untuk mengerjakan Bagian I, yaitu mendengarkan, dan tujuh puluh lima menit untuk mengerjakan Bagian II, yaitu membaca. Sisanya, yaitu tiga puluh menit, dialokasikan untuk menjawab pertanyaan biografis tentang peserta.
TOEIC fokus pada bahasa bisnis, membuatnya relevan untuk karir korporat. Penjelasan: Topik seperti email bisnis atau meeting notes sering muncul. Tips: Baca majalah bisnis seperti Forbes untuk vocabulary khusus. Insight: Banyak perusahaan menggunakan TOEIC untuk rekrutmen, jadi skor tinggi bisa menjadi keunggulan kompetitif.
TOEIC Reading and Listening (LR)
TOEIC LR adalah ujian berbasis kertas dan pensil yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama adalah Mendengarkan, di mana peserta akan mendengarkan berbagai pertanyaan dan percakapan dalam bahasa Inggris.
Dalam bagian ini, soal-soal disusun dari yang paling mudah hingga yang paling sulit. Soal-soal ini mencakup gambar/foto, dialog tanya jawab, percakapan, dan percakapan pendek. Peserta harus menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang mereka dengar setelah mendengarkan rekaman. Bagian ini mencakup seratus soal pilihan ganda.
Dalam bagian kedua ujian, peserta diminta membaca berbagai topik, termasuk memahami bacaan, mengisi paragraf yang kosong, dan melengkapi paragraf. Bagian Reading juga memiliki seratus soal pilihan ganda.
Selama penilaian, peserta diberikan skor terpisah untuk setiap bagian dengan skala 0 hingga 495. Skor dari kedua bagian ini kemudian digabungkan dan diubah menjadi rentang 10 hingga 990, dengan skor tertinggi 990 dalam TOEIC.
LR adalah yang paling umum, fokus pada receptive skills. Narasi: Ini mensimulasikan komunikasi kantor sehari-hari. Tips: Latih dengan audio bisnis podcast. Insight: Skor 800+ sering dibutuhkan untuk posisi internasional.
TOEIC Reading and Speaking (SW)
Berbeda dengan TOEIC Mendengarkan dan Membaca, TOEIC Berbicara dan Menulis dilakukan secara online atau melalui pusat ujian resmi. Ujian ini menguji dua kemampuan: berbicara (berbicara) dan menulis (menulis).
Bagian pertama, Berbicara, berlangsung selama dua puluh menit. Bagian ini memiliki sebelas pertanyaan, termasuk membaca teks secara nyaring, memberikan deskripsi gambar, menjawab pertanyaan, memberikan jawaban dengan informasi yang tepat, menyarankan solusi untuk masalah tertentu, dan mengungkapkan pendapat tentang topik tertentu.
SW menekankan productive skills untuk bisnis. Penjelasan: Writing melibatkan email dan opini. Tips: Praktik presentasi bisnis. Insight: Digunakan untuk evaluasi karyawan di perusahaan multinasional.
Pahami TOEIC Preparation: Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui untuk Meningkatkan Skor Anda
PTE (Pearson Test of English)
PTE adalah tes yang diakui secara internasional yang menguji kemampuan berbahasa Inggris dalam empat aspek: membaca, mendengarkan, menulis, dan berbicara. Tes ini digunakan untuk persyaratan masuk ke universitas di berbagai negara di seluruh dunia.
PTE adalah tes berbasis komputer sepenuhnya, dengan penilaian AI untuk objektivitas. Narasi: Diperkenalkan oleh Pearson, PTE menawarkan hasil cepat dalam 48 jam. Tips: Latih dengan software simulasi PTE resmi. Insight: Cocok untuk yang membutuhkan hasil cepat untuk aplikasi visa.
Struktur integratif membuatnya unik, di mana satu tugas bisa menguji beberapa skills. Penjelasan tambahan: Bagian seperti summarize spoken text menggabungkan listening dan writing. Untuk SEO, kata kunci “PTE vs IELTS” sering dicari, jadi perbandingan ini berguna.
BACA JUGA: Uji Kemampuanmu dengan Mock Test: Hadapi Ujian dengan Percaya Diri
Pentingnya Mengetahui Perbedaan
Bagi mereka yang ingin mengikuti tes kemampuan berbahasa Inggris, sangat penting untuk memahami perbedaan antara TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE. Setiap tes memiliki tujuan dan fokus yang berbeda, dan diakui oleh berbagai negara dan lembaga. Oleh karena itu, penting untuk memahami persyaratan dan kebutuhan Anda sebelum memilih tes yang tepat.
Misalnya, TOEFL mungkin menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat karena lebih diakui oleh universitas di sana. Namun, TOEIC dapat memberikan gambaran yang lebih baik tentang kemampuan berbahasa Inggris Anda dalam konteks bisnis di tingkat global. Selain itu, ada kemungkinan bahwa negara tertentu memiliki preferensi tertentu dalam hal tes yang diakui untuk keperluan visa atau imigrasi.
BACA JUGA: Mempersiapkan Kuliah di Luar Negeri: Apa yang Perlu Anda Ketahui
Dengan mengetahui perbedaan ini, Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik, mengambil kursus persiapan yang sesuai, dan fokus pada elemen yang diuji dalam tes yang Anda pilih; ini akan membantu Anda mencapai skor yang diinginkan dan memenuhi persyaratan yang diperlukan.
Kemampuan berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris sangat penting di dunia yang semakin terhubung. PTE, TOEFL, IELTS, dan TOEIC adalah tes berbahasa Inggris yang diakui secara internasional dan digunakan untuk mengukur kemampuan berbahasa Inggris. Sangat penting untuk memahami perbedaan antara keempat tes tersebut sebelum memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda. Persiapkan diri dengan baik, ikuti kursus persiapan jika diperlukan, dan fokus pada bagian mana yang diuji dalam tes yang Anda pilih. Dengan demikian, Anda akan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris Anda.
Memahami perbedaan ini juga membantu menghindari kesalahan umum, seperti mempersiapkan tes yang salah untuk tujuan Anda. Narasi: Di era digital, tes seperti PTE menawarkan fleksibilitas, sementara IELTS memberikan pengalaman face-to-face. Tips: Konsultasikan dengan konselor pendidikan untuk pemilihan tes optimal. Insight: Statistik menunjukkan bahwa peserta yang memahami format tes memiliki skor rata-rata lebih tinggi.
Selain itu, integrasikan pembelajaran bahasa dengan kehidupan sehari-hari, seperti menonton film Inggris tanpa subtitle, untuk peningkatan alami. Untuk SEO, artikel ini mencakup perbandingan komprehensif untuk menarik pencari informasi tentang “perbedaan TOEFL IELTS TOEIC PTE”.
Negara favorit tujuan kuliah luar negeri? Apa saja daftarnya? Jangan lewatkan ini
FAQs
1. Berapa lama tes TOEFL, IELTS, TOEIC, dan PTE berlaku?
Tes TOEFL dan IELTS biasanya bertahan dua tahun, sementara PTE dan TOEIC biasanya bertahan antara dua dan tiga tahun, tergantung pada kebijakan lembaga yang menerimanya.
Perpanjangan masa berlaku tergantung institusi; beberapa mungkin memerlukan tes ulang jika melebihi batas. Tips: Periksa kebijakan spesifik universitas atau perusahaan sebelum mendaftar.
2. Apakah saya bisa mengikuti lebih dari satu tes?
Anda dapat mengikuti beberapa tes jika diperlukan sesuai dengan persyaratan organisasi yang Anda tuju.
Ini berguna jika satu tes tidak diterima; misalnya, ambil IELTS untuk Australia dan TOEFL untuk AS. Insight: Biaya bisa bertambah, jadi rencanakan anggaran.
3. Berapa skor yang dibutuhkan untuk lulus tes tersebut?
Lembaga biasanya akan menetapkan skor minimum yang diperlukan untuk memenuhi syarat.
Misalnya, universitas top mungkin memerlukan IELTS band 7.0 atau TOEFL 100. Tips: Targetkan 10-20% di atas minimum untuk keamanan.
4. Apakah ada batasan jumlah percobaan untuk mengikuti tes tersebut?
Tes tersebut tidak memiliki batas jumlah percobaan yang dapat Anda ikuti; namun, biasanya ada batas waktu antara percobaan.
Untuk IELTS, tunggu 3 bulan antar tes jika diperlukan. Insight: Gunakan setiap percobaan untuk belajar dari kesalahan sebelumnya.
5. Bagaimana saya bisa mempersiapkan diri untuk tes tersebut?
Ada banyak kursus dan sumber daya yang tersedia secara online maupun offline untuk membantu Anda mempersiapkan diri untuk ujian. Anda juga dapat menggunakan buku panduan dan latihan soal yang dibuat khusus untuk ujian tersebut.
Rekomendasi: Gabung komunitas online seperti Reddit’s r/IELTS untuk tips dari peserta lain. Tips: Jadwalkan studi harian, fokus pada weak areas. Insight: Kursus berbayar sering memberikan mock tests yang mirip ujian asli.
